Panduan Memulai Bisnis di Era Digital

Indonesia adalah negara dengan perkembangan internet terbesar di dunia, 51 persen dalam setahun terakhir. Angka ini jauh di atas rata-rata perkembangan internet global sebesar 10 persen saja. Fakta ini menunjukkan masyarakat Indonesia telah menginjak era digital. Era digital membawa peluang bagi mereka yang ingin memulai bisnis secara go digital. Berbagai bisnis, baik barang maupun jasa bisa dilakukan secara digital.

 

Untuk mengawali bisnis di era digital ini, pertama harus menilai bidang bisnis yang bermula dari sebuah gagasan yang bisa datang dari realitas berupa trend di masyarakat atau persoalan yang memerlukan solusi.

 

Contoh, ide bisa muncul dari hobi. Tirta Mandira Hudhi, founder Shoes and Care, membina bisnis cuci sepatu. Idenya dari kegemaran membersihkan sepatu. Dari gagasan sederhana itu, pada 2013, dia lalu menegakkan Shoes and Care yang sekarang telah mempunyai 30 gerai di seluruh Indonesia.

 

Tahap selanjutnya mempersiapkan profil bisnis untuk meyakinkan bisa berjalan, menghasilkan keuntungan, dan berkelanjutan. Ini bisa dilakukan dengan menyusun kanvas model bisnis. Ini suatu konsep perancangan usaha ciptaan Alexander Osterwalder yang memuat aspek-aspek penting sebuah usaha ke dalam peta berbentuk kolom-kolom terdiri atas segmentasi pelanggan, kelebihan produk, dan drainase informasi.

 

Isi berikutnya, teknik pendistribusian produk, teknik berkomunikasi dengan konsumen, arus pendapatan, sumber daya, kegiatan, kemitraan, dan struktur biaya. Kanvas model bisnis akan mempermudah calon pengusaha mendapat cerminan umum mengenai bisnisnya besok (hal 45).

 

Setelah merangkai kanvas jenis bisnis, tahapan selanjutnya mencari modal. Ketiadaan modal sering dijadikan alasan seseorang untuk tidak mengawali bisnis. Padahal, jika belum mempunyai modal sendiri, banyak jalan untuk mendapatkan modal, contohnya dari pinjaman perorangan, kredit bank, kerja sama dengan bisnis lain, atau dari investor.

 

Untuk mendapat modal dari pihak lain bisa melalui pitching, suatu presentasi yang dilakukan pelaku bisnis untuk meyakinkan klien, investor, maupun partner. Saat pitching harus menyimak secara mendalam bisnis yang akan dikembangkan. Presentasikan dengan singkat, padat, dan menarik. Yang harus dikatakan di antaranya inti bisnis, kesiapan tim, teknik memenangkan kompetisi dan meraih keuntungan.

 

Di era digital, pemasaran melewati internet menjadi keharusan bisa dilakukan melalui website, blog, atau media sosial (medsos). Untuk memasarkan melalui website atau blog, gunakanlah SEO (search engine optimizer), yaitu fitur yang disediakan Google untuk menanam website atau blog di urutan teratas pencarian.

 

Jika tanpa SEO, cara supaya tampil di urutan teratas, situs atau blog harus menjadi terpopuler di Google Maps dengan indikator banyaknya pembahasan dan tingginya skor evaluasi pemakai. Karena itu, sarankan setiap customer untuk memenuhi online review di Google.

 

Pemasaran melewati medsos juga tidak boleh dikesampingkan. Data per Januari 2017, pemakai internet Indonesia menjangkau 132,7 juta orang dan 97,4 persennya untuk membuka medsos (Facebook, Instagram, dan Twitter). Dengan 100 juta lebih pemakai, medsos bisa dimanfaatkan untuk branding dan portofolio. Jaringan pertemanan di medsos bisa dijadikan media untuk merekomendasikan bisnis ke khalayak. Ini adalah sarana promosi dahsyat secara gratis.

 

Sumber : Growing a Business In a Digital World

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *