Jenis Cover dan Penjilidan di Percetakan Buku Jakarta

Sebelum sebuah buku diterbitkan, tentu harus diperbanyak terlebih dahulu. Salah satu caranya adalah dengan mencetaknya di percetakan buku Jakarta. Lewat percetakan buku, baik itu skripsi, makalah, hingga buku fiksi dan nonfiksi karangan sendiri pun dapat diperbanyak dengan harga yang variatif.

Namun, ketika akan melakukan proses cetak buku satuan maupun dalam jumlah tertentu, ada beberapa hal yang harus dipahami, beberapa di antaranya adalah jenis sampul dan juga penjilidan. Hal ini disebabkan ada banyak variasi jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Jenis Sampul di Percetakan Buku Jakarta

1.     Soft Cover

Ditilik dari namanya, maka sampul jenis ini memiliki tampilan yang tidak terlalu tebal. Jika dipegang maka akan lebih fleksibel, karena memang cukup lentur. Biasanya untuk sebuah sampul tipis seperti ini, ketebalan kertas yang digunakan adalah mulai dari 210 hingga 310 gsm. Jenis sampul ini juga sering disebut dengan paperback.

Sedangkan untuk jenis kertas untuk sampul, biasanya menggunakan jenis art carton. Namun, Anda juga bisa memilih jenis lainnya, seperti ivory paper. Nantinya, sampul yang akan dicetak bisa dilapisi dengan dua pilihan, kilap, maupun doff.

2.     Hard Cover

Berbeda dengan softcover, jenis sampul hard cover ini tentunya lebih tebal dan tidak lentur. Tampilannya kaku, karena sering menggunakan kertas karton board. Sebagai pelapis di bagian dalam, biasanya ditempeli dengan kertas art seberat 120 atau 150 gsm.

Jenis Penjilidan Buku

1.     Spiral Kawat

Sama seperti namanya, buku yang dijilid dengan pilihan ini akan disatukan menggunakan kawat berbentuk spiral. Umumnya, penjilidan semacam ini sering digunakan oleh percetakan buku Jakarta dalam pembuatan buku jurnal, scrapbook, hingga proposal.

Walaupun terkadang sering membuat kertas mudah tertekuk di bagian dekat kawat penjilid, namun kawat spiral semacam ini menambah nilai seni tersendiri.

2.     Perfect Binding

Jenis jilid semacam ini bisa Anda temui di novel, komik, dan lain sebagainya, karena memang metode ini adalah yang paling populer. Untuk menyatukan setiap halaman buku, material yang digunakan adalah lem panas. Selain mampu merekatkan dengan kuat, penggunaan lem juga tidak membuat bagian buku dekat penjilid menjadi kusut.

3.     Jahit Benang

Walaupun sudah jarang yang menggunakan metode ini, namun jahit benang nampaknya masih tetap bisa dipakai. Hal ini karena jahit benang adalah jenis penjilidan yang konvensional serta memakan waktu yang cukup lama. Biasanya buku dibagi dalam beberapa bagian, kemudian dijahit di tiap bagianya sebelum disatukan. Umumnya tiap bagian terdiri dari 4 – 8 lembar.

4.     Jahit Kawat (Staples)

Contoh buku yang paling sering menggunakan metode ini adalah buku tulis dan LKS. Hal ini dikarenakan, staples tidak bisa dipakai untuk buku yang memiliki halaman cukup tebal. Ukuran staples yang digunakan pun bukan staples kecil, namun ukurannya khusus untuk penjilidan buku.

Jika Anda sudah memutuskan jenis cover dan juga penjilidan yang akan Anda gunakan, maka saatnya untuk menghubungi Only Print. Anda dapat mengunjungi situs resmi Only print, Whatsapp, maupun Instagram untuk informasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *