7 Macam Sate Dari Berbagai Negara

Sate merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang terkenal dan banyak ditemui dimana-mana. Hidangan ini terbuat dari potongan daging yang dipotong kecil-kecil yang ditusuk dan ditata menggunakan tusukan dari lidi, bambu, dan sejenisnya. Daging yang telah dipotong dan ditusukan ke tusukan sate tersebut kemudian diberi bumbu dan dibakar atau dipanggang diatas bara arang kayu.

Untuk memanggang sate, biasanya menggunakan arang kayu yang dibakar. Sate kemudian diletakkan diatas bara arang kayu dan dimasak hingga matang. Selain menggunakan arang, ada beberapa tempat yang menggunakan mesin pemanggang sate. Mesin tersebut menggunakan listrik atau gas yang banyak dijual di berbagai toko mesin pengolah makanan.

Secara umum, sate yang ada di Indonesia biasanya menggunakan daging ayam dan kambing. Namun ada beberapa jenis sate yang menggunakan bahan lain seperti daging sapi, jeroan, olahan ikan, daging babi, telur, dan bahkan tempe. Sate yang sudah matang disajikan bersama dengan bumbu sate yang biasanya terbuat dari bumbu kacang maupun bumbu kecap serta dimakan bersama nasi putih hangat atau lontong.

Selain di Indonesia, ada beberapa negara yang memiliki jenis hidangan sate atau sejenis sate. Walaupun menggunakan bahan dan bumbu yang berbeda, hidangan tersebut sangat mirip dengan sate terutama melalui cara memasaknya yang ditusukan di tusukan sate. Berikut adalah beberapa jenis sate dari berbagai negara:

Yakitori (Jepang)

Yakitori merupakan sate yang berasal dari negara Jepang. Daging yang digunakan untuk membuat yakitori adalah potongan daging ayam, ampela ayam, serta kulit ayam. Potongan daging tersebut kemudian ditusuk dengan tusukan bambu dan dibakar diatas arang hingga matang. Biasanya yakitori menggunakan saus tare sebagai bumbunya.

Chuan (Tiongkok)

Chuan atau Chuan’r merupakan sate yang berasal dari China khususnya wilayah Xinjiang. Makanan ini menggunakan berbagai macam potongan daging seperti ayam, sapi, bebek, atau domba yang dibumbui dengan garam, bubuk jintan, cabai merah, serta lada hitam. Jenis makanan ini bisa dikategorikan sebagai salah satu kebab.

Shish Kebab (Turki)

Shish kebab merupakan makanan khas turki berupa kebab yang dibakar. Secara tradisional, shish kebab menggunakan daging domba sebagai bahan utamanya. Namun, ada juga beberapa varian yang menggunakan daging sapi muda, ikan, dan ayam. Biasanya bumbu yang digunakan untuk adalah jenis bumbu yang bercita rasa gurih dan pedas.

Sosatie (Afrika Selatan)

Sosatie merupakan makanan tradisional Afrika Selatan yang mirip dengan sate. Makanan ini menggunakan daging kambing ataupun domba sebagai bahan utamanya. Potongan daging tersebut direndam semalaman dengan berbagai rempah kemudian dibakar hingga matang. Biasanya dalam satu tusukan terdiri dari potongan daging dan diselingi buah aprikot kering.

Suya (Nigeria)

Suya adalah sate tradisional khas dari negara Nigeria yang bahan utamanya adalah potongan daging sapi dan daging ayam. Makanan ini menggunakan bumbu yang bercita rasa pedas yang terdiri dari campuran bawang, bubuk paprika, kacang, minyak, dan bubuk cabe. Sama seperti sate di Indonesia, suya juga sangat mudah dijumpai di Nigeria.

Dak-kkochi (Korea Selatan)

Dak-kkochi adalah makanan sejenis sate yang berasal dari Korea Selatan. Makanan ini merupakan salah satu street-food di Korea Selatan yang sangat terkenal. Bahan utamanya adalah potongan daging ayam dan daun bawang yang dibumbui dengan bumbu gochujang.Setelah dibumbui, potongan tersebut disate kemudian dibakar hingga matang.

Satti (Filipina)

Satti adalah makanan khas Filipina yang biasanya dimakan sebagai menu makan siang. Makanan ini umumnya berbahan utama potongan daging babi yang dibakar hingga matang. Setelah matang, satti disajikan bersama lontong dan saus berwarna coklat kemerahan yang manis.