Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam

hukum-mewarnai-rambut-dalam-islam

Mewarnai rambut merupakan kegiatan yang telah menjadi gaya hidup seseorang. Tren dalam mewarnai rambut tampaknya tidak mengenal usia, mulai dari anak remaja sampai orang dewasa dan bahkan terkadang sering mengganti warna rambutnya. Lantas bagaimana Islam memandangnya ?

Dalam Islam hukum dalam mewarnai rambut sebenarnya boleh saja. Namun ada yang perlu Anda diperhatikan saat kita hendak mengubah warna rambut agar tidak menyalahkan syariat Islam :

  1. Harus selain warna hitam

Mewarnai rambut boleh saja asalkan tidak berwarna hitam. Hal itu sudah merupakan ajaran dari Nabi Muhammad SAW melalui sebuah hadis yang artinya “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, namun hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).

Menurut Ustadz Riski Nugroho, Pengajar di Pondok Pesantren Modern Nurul Hijrah Jakarta, Mewarnai rambut boleh saja, selagi bukan berwarna Hitam. Menurutnya bila mewarnai rambut dengan warna tersebut akan dapat mengubah kodrat.

“Umpamanya ada seorang laki-laki sudah tua rambutnya putih (beruban) lalu dia mau semir warna hitam, nah itu tidak boleh, karena itu dapat merubah kodrat, jika rambut kita hitam ya jangan kita hitamkan lagi,” ujarnya.

  1. Bahan yang dipakai

Meskipun dalam mewarnai rambut diperbolehkan selain warna hitam, tetapi bahan yang digunakan untuk menyemir rambut juga harus diperhatikan. Bahan yang digunakan haruslah bahan herbal dan bukan bahan kimia.

“Mewarnai bagi perempuan boleh, hanya saja kalau untuk laki-laki banyak perbedaan pendapat, ada yang bilang boleh dan ada juga yang tidak. Kalau pun boleh,  asalkan bahan pewarnanya itu dari herbal, jangan yang dari kimia, sebab bila dari kimia, takutnya air menghambat ketika kita berwudhu, menghambat masuknya air ke kulit,” kata Ustadz Riski.

  1. Tujuan Mewarnai Rambut

Selain untuk mewarnai rambut yang telah berwarna putih, mewarnai rambut juga sering kali digunakan supaya wanita terlihat lebih cantik. Hal ini diperbolehkan, asalkan hanya diperlihatkan kepada seseorang yang sudah menjadi mahramnya.

Tetapi menjadi hal yang salah bila tujuannya supaya dilihat oleh orang banyak, yang justru malah membuka aurat.