Mengenal Sejarah Monumen Melati Dengan Travel Malang Surabaya

Mengenal Sejarah Monumen Melati Dengan Travel Malang Surabaya – Ketika kita jalan – jalan mengunjungi jalan Ijen kita akan di suguhkan jalanan dan tempat yang sangat indah dan dan bersih, taman di tengah jalan dan di bagian pinggir terdapat tempat duduk serta trotowar yang begitu lebar jalan ijen ini menurut saya merupakan jalan yang indah yang berada di kota malang. Di bagian depan musium brawijaya terdapat monumen yang begah dan bagus yaitu monumen melati yang didirikan pada 17 Desember 1982 dan di resmikan oleh KASD Jend. TNI Poniman. Kali ini saya berkunjung ke malang bersama travel malang surabaya yang menemani saya sampai jalan ijen yang indah dan nyaman ini.

Travel malang surabaya siap mengantar anda dengan sepenuh hati menyusuri keindahan kota malang dalam sudut manapun. Seperti saya menelusuri jalan yang indah yaitu jalan ijen di mana monumen melati berdiri kokoh, bangunan monumen melati ini di bangung menghabiskan biaya mencapai Rp. 103 juta yang menghasilkan monumen dengan desain yang mengah dan kontruksi yang begitu kokoh, memang kota malang ini tidak akan pernah berhenti untuk membuat pengunjung datang dan menikmati kokta terbersar ke dua di jawa timur setah surabaya.

Kisah Saya Bersama Travel Malang Surabaya Melihat Monumen Melati

Monumen melati ini disangga 2 pilar yang memiliki tinggi 7 meter dan di penuhi taman serta kolam yang menghiasi di bawahnya, dua pilar ini memiliki makna dua brigade, di sisi puncak terdapat sekelopak bunga melati yang memiliki 11 helai yang terbuat dari perunggu, dan lukisan hongaarse krul ini pada dinding utama memiliki makna yang dulunya dipakai siswa sekolah suropati. Dan monumen melati ini didirikan agar kita menghormati dan sekaligus bisa mengenang sekolah darurat tentara keamanan rakyat yang menjadi cikal bakal TNI, dan selain itu memberikan penghormatan juga kepada pendiri tenaga pendidikan dan siswa – siswi yang berada di sekolah tersebut.

Saya bersama travel malang surabaya mengupas hal yang menarik, dan salah satu menjadi hal yang menarik di sekolah tersebut timbul istilah perwira sebagai pengantinya opsir dan taruna sebagai penganti kabinet dan selanjutnya istilah – istilah ini di akui secara nasional. dan dengan ini juga monumen melati ini merupakan salah satu saksi perjuangan terbentuknya perjalanan militer di indonesia.